Dunia ini semakin panas, semakin menggila. Ini semua terjadi akibat ulah kita sendiri. Semua yang terjadi, berlaku seperti hukum rimba. Yang kuat memakan yang lemah, yang lemah memakan yang tak berdaya, begitu seterusnya. Pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan, kebakaran, gempa, banjir, gunung meletus, angin topan, longsor, terjadi dimana-mana. Semua itu akibat ulah kita kan? Terutama ulah para pemimpin di negeri ini. Kenapa saya berkata demikian?
Coba kita lihat contoh berikut;
Ada TKW bekerja di luar negeri yang disiksa majikan. Begini kronologinya:
1.TKW dari desa (kampung), secara kasarnya dijual oleh pihak sponsor ke PT (perusahaan penyedia TKI). Mereka nego harga, berapa harga yang cocok untuk pekerja yang akan diberangkatkan ini. Kalau harga pas/cocok jalan terus.
2.TKW masuk ke penampungan, prosedurnya kan harusnya dilatih ketrampilan memasak masakan daerah yang akan dituju, mencuci, setrika, nyapu, ngepel, belajar agama, dll. Dikirim ke Balai Latihan Kerja. Tapi pada kenyataannya, hal tersebut hanya formalitas dan tidak ada realisasinya. Itu sudah merupakan nilai minus dari prosedur pengiriman tenaga kerja.
3.Belum lagi adanya persaingan sesama penyedia jasa tenaga kerja, yang saya rasa persaingan yang kurang sehat. Karena ada istilah sikut kanan, sikut kiri, sogok menyogok, dll.
4.Singkat cerita, berangkatlah sang TKW ke negara majikan, katakanlah ke Malaysia. Disana majikan menyuruh, nyuci, ngepel, masak, dll. Tapi si TKW tidak bisa, nah loh!! Terus gimana???
5.Setiap pekerjaan yang dikerjakannya selalu salah, membuat majikannya kesal, karena maaf saja, TKW yang bekerja di luar negeri itu kan hampir tidak ada yang sedap di pandang mata, apalagi pintar.
6.Terjadilah penyiksaan, pemukulan, bahkan pembunuhan oleh sang majikan!!!!
7.Lalu apa tindakan pemerintah Indonesia????? Tindakan yang dilakukan pemerintah Indonesia sungguh menakjubkan dan membanggakan (bagi mereka).
8.Pemerintah kita disini KECEWA (cuma kecewa??), MARAH dalam hati (ohh sedihnya), MENGUTUK (tapi kita tak tahu siapa yang dikutuk), MENUNTUT pelaku agar diadili (sampai detik ini belum ada yang benar-benar diadili tuh). Tapi maaf, ini bukan pemerintah Indonesia yang melakukan itu, mungkin pihak keluarga, kuasa hukum, kerabat, dll. Kalau pemerintahnya malah tidak terderang suaranya (takut atau apa ya??) kayak iklan apa tuh... Nyaris tak Terdengar.
9.Setelah didesak dari segala penjuru dan berbagai pihak, akhirnya Pihak Kedubes Indonesia di Malaysia, mengajukan tuntutan dan berhasil MENGGERTAK pihak Malaysia.
10.Singkat kata singkat cerita, pihak Malaysia memanggil perwakilan Indonesia (mungkin kedubes lah). Setelah selesai dari pertemuan dengan pemerintah Malaysia, gimana hasilnya??
11.Masalah telah selesai dilakukan dengan jalan DAMAI......!!!!! What??? What the F....K????
12.Selidik punya selidik, orang Malaysia ngomong gini.... "Indonesia mah gampang ya, kalau ada kejadian seperti ini, panggil aja perwakilannya disini terus kita kasih deh...ehem ehem (Duit gitu loh, buat beli mobil). Pasti masalahnya langsung beres.
13.Ck ck ck ck ck.... cuma senilai itukah harga diri bangsa ini???
Dari awalnya, bangsa kita sudah menjual saudaranya sendiri, jadi ya sampai kapanpun kita tidak akan bisa mempunyai harga diri dan wibawa di mata bangsa-bangsa lain di dunia ini.
Saya tidak mau menyalahkan dan merasa diri saya benar, tapi coba dong tolong banget ya, Bangsa yang memiliki harga diri lebih baik di bandingkan dengan Bangsa yang memiliki mobil-mobil mahal disetiap garasi rumah mewahnya. Bangsa kita ini sesungguhnya PALSU, ingin dilihat sebagai bangsa yang berkembang pesat, tapi apa buktinya??? Penduduknya banyak yang masih sengsara dan dibuat tambah sengsara oleh para penguasanya. Mau bilang saya ini penipu?? Mari kita lihat lagi contoh kejadian berikut ini:
To be continue......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar